Gallery

Lindungi Keluarga dari Bahaya Radiasi Ponsel


BADAN Penelitian Kanker Internasional (IARC) di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), belum lama ini mengumumkan bahwa radiasi telepon seluler (ponsel) dapat menyebabkan peningkatan risiko glioma, yakni sejenis kanker otak ganas yang berhubungan dengan penggunaan telepon nirkabel.

Penelitian tersebut juga mengidentifikasikan hubungan antara penggunaan ponsel dan tumor kelenjar ludah, termasuk neuroma akustik, sejenis tumor saraf yang menghubungkan telinga ke otak. Setelah memeriksa sejumlah bukti pada penggunaan ponsel, pada 7 Juni 2011 IARC mengumumkan bahwa sinyal ponsel mulai sekarang diklasifikasikan berpotensi karsinogenik, seperti dikutip situs nursingtimes.net.

Hasil penelitian tersebut tentu membuat cemas dan prihatin para orangtua. Apalagi, ponsel saat ini merupakan perangkat telekomunikasi yang sudah tidak asing lagi digunakan anak-anak. Bagaimana pun, ponsel bisa sangat berguna untuk memperlancar komunikasi antara orangtua dengan buah hatinya, sekaligus untuk memantau keberadaan mereka.

Namun, melihat risiko kesehatan yang ditimbulkan, sudah sepatutnya para orangtua menjadi lebih bijaksana dan berhati-hati mengenai penggunaan ponsel. Menurut sebuah studi terbaru, lebih dari empat miliar orang memiliki ponsel dan setengah di antaranya merupakan pengguna di bawah usia 20 tahun. Penggunaan ponsel jangka panjang secara signifikan menyebabkan peningkatan risiko tumor otak. Dan orang-orang yang mulai menggunakan ponsel saat remaja, memiliki risiko empat sampai lima kali lebih besar mengembangkan tumor otak ganas.

Memperkecil dampak
Menurut sebuah artikel terbaru di situs healthychild.org, Prancis dan India telah melarang penggunaan ponsel pada anak-anak di bawah usia 16 tahun. Sementara itu, Israel dan Inggris melarang penggunaan ponsel pada anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Apabila mustahil bagi Anda untuk melarang total penggunaan ponsel dalam keluarga, setidaknya terapkan prosedur keamanan berikut ini:

1. Gunakan head set
Penggunaan speaker, perangkat hands-free, atau earphone ketika berbicara lewat ponsel, menciptakan jarak antara ponsel dengan tubuh dan kepala sehingga meminimalisasi paparan radiasi.

2. Jangan membawa-bawa ponsel di tubuh
Meski sedang tidak digunakan, ponsel tetap memancarkan radiasi.

3. Waspadai sinyal lemah
Bila ponsel berada dalam modus siaga atau ketika kekuatan sinyal lemah atau diblokir, paparan terhadap radiasi kian meningkat. Batasi penggunaan ponsel pada saat-saat tersebut.

4. Jauhkan ponsel dari anak-anak
Studi secara konsisten memperlihatkan bahwa anak-anak rentan terhadap efek radiasi ponsel. Umumnya, semakin muda anak, semakin rentan dirinya terhadap efek radiasi.

5. Jauhkan ponsel dari kamar tidur
Saat Anda terlelap, ponsel tetap sibuk bekerja dan memancarkan radiasi. Jika harus mengisi ulang baterai ponsel, lakukan di luar kamar tidur. (Yul/OL-06)

Link : http://www.mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2011/06/08/5684/7/Lindungi-Keluarga-dari-Bahaya-Radiasi-Ponsel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s