MENINGITIS YANG MASIH MENGANCAM


Penyakit ini rentan menye­rang anak-anak dan lansia.

Menjelang bulan haji, penyakit Meningitis menipgokokus kembali menjadi topik yang hangat diperbincangkan, Kontro­versi vaksin meningitis yang merigandung enzim babi yang heboh tahun lalu yang menjadi penyebabnya.

Bagaimana perkembangan penyakit yang berasal dari Benua Afrika terse­but? Dokter ahli penyakit dalam dari Universitas Indonesia (UI) dr Iris Rengganis menjelaskan, Meningitis meningokokus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri meningokokus.

Bakteri ini menyerang selaput otak . dan sumsum tulang belakang. “Kebanyakan penyakit ini menyasar anak dan remaja berusia 2-18 tahun serta para lanjut usia (lansia),” kata Iris, beberapa waktu lalu.

Penderita penyakit ini, kata Iris, dapat menyebabkan kematian dalam KUfun waktu 24-38 jam sejak timbulnya gejala awal. “Orang-orang Indonesia yang rentan terkena penyakit ini adalah mereka yang rnelakukan perjalanan ke wilayah di Afrika atau yang sedang menunaikan ibadah haji,” katanya.

Penyebaran bakteri penyakit ini dapat ditularkan dengan mudah, misalnya, melalui orang yang batuk, bersin, dan kontak langsung, seperti ber­ciuman oleh seseorang yang membawa bakteri itu. Berdekatan dengan seorang pembawa dapat meningkatkan risiko menerima bakteri itu 800 kali lebih tinggi dibanding tak berada di dekat penderita.

Yang cukup mengkhawatirkan, gejala awal penyakit mlmingokokus ini sering kali tidak spesifik, seperti halnya flu. “Sehingga sulit, bahkan bagi seorang tenaga kesehatan profesional yang mendiagnosi secara dini,” kata Iris.

Secara umum, gejalanya bisa dike­tahui dari demam, batuk, mual,muntah-muntah, sakit kepala berat, leher kaku dan sakit, sensitif terhadap cahaya, sangat mengantuk dan lemah, kesadaran berkurang, dan bingung. Pada bayi, gejalanya bisa terlihat dari kaku di leher dan kulit yang kemerah­merahan.

Penyakit ini rentan menyerang anak-anak dan lansia disebabkan sistem kekebalan (imun) pada anak­anak yang belum sempurna, sedangkan sistem kekebalan pada orang tua sudah menuruh. “Akibatnya, sistem tersebut gagal melawan bakteri yang masuk ke dalam tubuh,” ujarnya.

Satu-satunya cara agar terhindar dari pcnyakit tersebut, kata Iris, adalah vaksinasi dengan vaksin meningoko­kus. “Saat ini, vaksin konjugat tersebut sudah tersedia di Indonesia, seperti di Departemen Kesehatan, puskesmas­-puskesmas, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).”

Penggunaan vaksinasi tersebut paling lambat dua minggu sebelum berangkat haji karena sel kekebalan atau antibodi itu baru akan terbentuk 10-14 hari. “Jadi, sama saja bohong seandainya besok berangkat, baru harl ini divaksinasi. Apalagi, yang melakukan kegiatan umrah yang hanya dua minggu,” katanya.

Kedua, kata Iris, hindari merokok. Karena orang merokok daya tahan tubuhnya menurun cepat daripada yang tidak merokok,”katanya.

Terbukti, tutur Iris, vaksinini berhasil menurunkan angka kematian akibat meningitis miningokokus meskipun tingkat keberhasilannya belum sampai 100 persen. Rata-rata ketahanan vaksin ini tiga tahun.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan berbagai Negara di dunia telah merekomendasikan penggunaan vaksin meningokokus bagi orang-orang yang dianggap mempunyai risiko terjangkit penyakit ini.

Iris menyarankan, orang yang terkena biasanya harus segera ditangani karena dalam kurun waktu 1×24 jam penyakit itu sudah bisa langsung menyebar. Pasien harus segera diisolasi selama lima sampai tujuh hari karena biasanya pengobatan baru bisa terlihat hasilnya setelah satu pecan.

Bagi orang yang tidak hendak menunaikan ibadah haji atau tidak bepergian ke daerah Afrika, menurut Iris, tidak perlu divaksinasi karena bakteri penyakit  tersebut tidak berasal dari Indonesia. “Berbeda dari penyakit-penyakit, seperti TBC atau tifus yang memang ada di Indonesia,” ujar Iris.

Saat ini kata Iris, hanya satu vaksin yang resmi dipakai di Indonesia, yakni yang berasal dari Italia. “Tidak seperti vaksin yang dulu, yang cukup controversial karena menggunakan enzim babi, vaksin yang sekarang memiliki sertifikasi halal,” tambah dokter yang biasa bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s