Muslimat NU dan Aisyiyah Dukung Program Imunisasi


JAKARTA – Muslimat NU dan Aisyiyah men­dukung program pemerin­tah dalam memberikan la­yanan imunisasi. Persoalan halal dan haram terkait zat yang terkandung dalam vaksin dianggap sudah sele­sai.

Seperti dikatakan Ketua Badan Hukum dan Advo­kasi Pengurus Pusat Musli­mat NU, Mursyidah Thahir, Rasulullah SAW pernah memerintahkan sahabat­sahabatnya untuk mem­bawa anggota keluarga me­reka ke luar rumah saat hu­jan, kecuali bagi yang sakit. Hal ini, menurut dia, meru­pakan salah satu contoh dari Rasulullah mengenai imu­nisasi. Air hujan yang turun pada musim kemarau diya­kini bisa memberi kekebal­an bagi tubuh.

“Ya, pada waktu itu air hujan kan memang bersih, nah esensinya adalah Rasulullah melakukan upaya imunisasi dengan caranya sendiri pada waktu dulu,”  ujar Mursyidah saat berbicara pada seminar bertema  “Vaksinasi dalam Pandangan Islam” di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta,  akhir pekan lalu. Dengan adanya contoh tersebut, Mursyidah menafsirkan bahwa imunisasi

tidak dilarang dalam Islam. Sebab hal itu dilakukan untuk memberikan kekebalan pada tubuh manusia. Terkait kontroversi soal halal dan haram vaksinasi, ia mengatakan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah menyatakan bahwa vaksinasi tidak mengapa dilakukan. “Ya,berarti kan kandungan yang haram dari vaksinasi di Indonesia tidak ada,” katanya. Dukungan juga dating darl Aisyiyah. Ketua Majelis Kesehatan Aisyiyah, Hafni Rochmah, mengatakan, Aisyiyah sebagai organisasi  otonom Muhammadiyah.

Mendukung program pemerintah tentang imunisasi. Bahkan, Aisyiyahjuga telah menggelar sosialisasi dan melaksanakan imunisasi di setiap rumah sakit milik Muhammadiyah. “Ini kan bagian dari program badan amal usafia kesehatan kita juga,” katanya.  Sementara itu, Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Soejatmiko, mengatakan, kalau anak-anak tidak diimunisasi tubuhnya tidak memiliki kekebalan yang spesifik terhadap penyakit. Bila kuman berbahaya yang masuk bersifat ganas dan banyak, tububnya tidak mampu melawan kuman tersebut sehingga bisa menyebabkan sakit berat, cacat, atau meninggal. “Karena itu, bila orang tua tidak mau anaknya diimunisasi berarti bisa membahayakan keselamatan anaknya,” katanya.

ed: wachidah handasah

Link : http://republika.co.id:8080/koran/0/139703/Muslimat_NU_dan_Aisyiyah_Dukung_Program_Imunisasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s