EWARS, Peringatan Dini untuk Kejadian Luar Biasa


JAKARTA (Pos Kota) – Pemerintah kini mampu mendeteksi suatu penyakit yang mengarah kepada Kejadian Luar Biasa (KLB) di suatu daerah menggunakan teknologi canggih Early Warning Alert and Response Sistem (EWARS).

Direktur Surveilans, Imunisasi, Karantina dan Kesehatan Matra, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Andi Muhadir mengatakan, tujuan dari sistem EWARS adalah setiap penyakit yang mengarah pada timbulnya KLB dapat dideteksi dan direspons secara cepat dan tepat agar tidak terjadi masalah kesehatan masyarakat yang lebih besar.

“Respons yang diberikan mencakup respons tata laksana kasus, respons pelaporan dan respons kesehatan masyarakat. Secara komprehensif respons tersebut harus dilakukan agar penanganan secara efektif dan efisien dapat dilakukan,” kata Andi, di Kantor Kemenkes, Jakarta.

Dengan menggunakan dana dari WHO, sistem ini dari tahun 2009 baru menangani 6 provinsi. Ke depan tahun 2012, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan menggunakan dana APBN untuk menerapkan sistem ini dengan menambah 10 provinsi lagi.

“Untuk saat ini dari 2009, dananya banyak dibantu oleh WHO sebesar Rp8 miliar,  untuk 6 provinsi. Tahun depan,  sepenuhnya akan diatasi APBN. Ini untuk segera menyebar ke provinsi lain. Ke-10 provinsi ini akan ditanggung APBN,” katanya.

Menurutnya Ewars merupakan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) dan Respon KLB. Prinsip kerjanya adalah mencegah KLB sebelum menyebar dan menambah jumlah kesakitan. Outputnya adalah adanya informasi alert atau signal KLB. Sistem ini bekerja sebelum KLB terjadi.

“Prinsipnya ini adalah pelayanan kepada masyarakat. SKD ini untuk melakukan upaya pencegahan. Sehingga kita bisa melakukan intervensi supaya KLB tidak terjadi,” katanya.

Dalam mendapatkan info penyakit, biasanya pemerintah mendapatkan kabar dari sms di kabupaten dan berita-berita media. “Sebanyak 80 persen berita di media sudah diverifikasi. Selanjutnya kita cari tahu,” katanya.

Menurutnya ada 21 jenis penyakit dan sindrome yang ada dalam sistem. Kebanyakan penyakit yang dominan adalah demam berdarah dan diare akut.

Ia menambahkan, tahun 2014, pemerintah akan mengembangkan sistem ini ke seluruh kabupaten/kota untuk menggunakan sistem Ewars dalam mendeteksi KLB di suatu daerah. “Sehingga kalau terjadi KLB dapat direspon oleh pemerintah dalam waktu kurang dari 24 jam,” katanya.

Pemerintah menargetkan pada 2014,  seluruh  KLB dapat direspon kurang dari 24 jam. Jika hal tersebut terjadi maka akan mengurangi kematian dan jumlah kesakitan akibat KLB.

Menurutnya, pada 2009 target meleset. Semula pemerintah menargetkan  dapat merespon 63 persen selama 24 jam, nyatanya tercapai 56 persen. Tahun 2010 menargetkan dapat merespon kurang dari 24 jam sebanyak 68 persen yang tercapai 63 persen.

“Target ini naik dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2011 kita menargetkan dapat merespon sebanyak 73 persen. Hingga bulan Juni sudah mencapai 57 persen. Kita harapkan 2014 bisa tercapai 100 persen,” katanya.

“Berdasarkan pengalaman di 6 provinsi, sistem ini sangat penting. Hanya saja terkendala dengan pengumpulan data,” kata Andi. (aby/dms)

link : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/08/15/ewars-peringatan-dini-untuk-kejadian-luar-biasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s