Anjing pun Memangsa 130 Ekor Ayam di Citeureup Sepekan, Empat Orang Digigit Anjing


CITEUREUP,(GM)-
Warga Citeureup, Kota Cimahi harus mulai mewaspadai anjing liar. Sebab, dalam sepekan terakhir, anjing liar di daerah tersebut menggigit 4 orang dan memakan 130 ekor ayam milik warga. Pada Rabu (12/10), dua korban terakhir gigitan anjing adalah Aliya (4) dan Kentaro (5).

Anjing yang menggigit keduanya merupakan anjing peliharaan yang lepas dari kandangnya di Perumahan Taman Citeureup, Kel. Citeureup, Kec. Cimahi Utara.

Untuk menindaklanjuti kasus gigitan anjing tersebut, pada Kamis (13/10), petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Cimahi langsung membawa dua anjing yang menggigit dua anak tersebut untuk dieliminasi (dimatikan, red) dan diambil kepalanya sebagai bahan observasi di Laboratorium Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Subang. Observasi dilakukan untuk mengetahui apakah kedua anjing tersebut berpenyakit rabies atau tidak.

Saat ini, kedua korban masih dalam observasi di laboratorium Bio Farma, terutama Kentaro yang mengalami luka gigitan parah di bagian paha kiri dan kanan. Setelah disuntik antirabies pada Kamis (13/10) pagi, Kentaro masih harus melakukan pemeriksaan kedua pada Minggu (16/10).

Setelah digigit, Aliya langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Borromeus, sedangkan Kentaro ke RS Cibabat dan pada Kamis (13/10) pagi dibawa ke Laboratorium Bio Farma. Selanjutnya, Aliya dan Kentaro menjalani masa observasi selama 14 hari.

Belum divaksin rabies

Pemilik kedua anjing , Gamal (45) yang rumahnya tidak jauh dari rumah korban, merelakan jika hewan peliharaannya dieliminasi agar bisa segera diketahui apakah terkena rabies atau tidak. “Semoga hasil laboratorium cepat keluar, sehingga jika terbukti tidak rabies, maka pengobatan terhadap dua korban pun tidak dilakukan secara berlebihan,” katanya.

Gamal mengatakan, anjing peliharaannya dibeli sejak masih bayi dan belum pernah divaksin antirabies.

Kepala Puskeswan Kota Cimahi, drh. Irfan Fajar mengatakan, pihaknya akan langsung mengirim sampel kepala anjing untuk dikirim ke laboratorium di Subang. Ia mengatakan, jika hasilnya negatif rabies, maka pengobatan bisa dihentikan. Tetapi jika hasilnya positif rabies, pengobatan korban dilakukan hingga hari ke-21 pascagigitan.

Irfan menyebutkan, peristiwa di Perumahan Taman Citeureup merupakan kasus ketiga dalam sepekan ini. Dua kasus lainnya menyerang anak sekolah di daerah Cempaka, Kel. Citeureup dan Ciawitali, Kel. Citeureup.

Kepala Bidang Pertanian Dinas Koperasi, UMKM, Industri, Perdagangan, Pariwisata, dan Pertanian (Diskopindagtan) Pemkot Cimahi, drh. Suyoto menyampaikan, sepanjang tahun 2011, kasus gigitan anjing terjadi sebanyak 5 kali yang semuanya di Kel. Citeureup, Kec. Cimahi Utara. (B.109)**

link : http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20111014020431&idkolom=cimahi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s