Bio Farma bersama Kadiskes Jawa Barat Memberi Vaksin Campak dan Polio


Bandung, (14/10) – Dalam rangka mengsosialisasikan Kampanye Campak dan Polio yang akan berlangsung pada 18 Oktober – 18 November 2011 yang diselenggarakan ke 17 propinsi di Indonesia. PT Bio Farma (Persero) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat akan menyelenggarakan media gathering “Ayo Imunisasi” pada Sabtu, 14 Oktober 2011 di Ruang Granada, Hotel Aston Primera Pasteur, Bandung.

Kegiatan ini diselenggarakan pula dalam rangkaian acara HUT Bio Farma ke 121 tahun. Untuk mewujudkan secara nyata kontribusi Bio Farma sebagai produsen vaksin satu-satunya di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara. Kampanye Campak dan Polio ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mengurangi angka kematian dan kesakitan pada bayi \ balita yang disebabkan oleh campak dan polio.

dr. Alma Luciati, Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat menerangkan bahwa kampanye yang akan dilaksanakan serentak ini diberikan untuk memutus rantai penularan penyakit campak dan polio khususnya di Propinsi Jawa Barat. Kondisi di lapangan berdasarkan data UCI (Universal Child Imunisasi) menunjukan rata-rata balita di Jawa Barat hanya mencapai 79 – 89% mengikuti program imunisasi. Dengan pemberian imunisasi ini diharapkan mampu membentuk kekebalan tubuh (herd immunity) dan mencapai 90% cakupan imunisasi. Untuk menyukseskan pelaksanaan Kampanye ini, Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat telah melibatkan 9.017 orang bidan, 7.054 orang perawat, 4.530 orang dokter, dan 1.191 orang dokter spesialis. Dengan 3.632.455 orang bayi / balita usia 0 sampai 59 bulan sasaran polio dan 3.081.512 orang bayi / balita usia 9 sampai 59 bulan sasaran campak, ungkap dr. Alma Luciati.

Bagi Bio Farma, Kampanye Campak dan Polio menjadi salah satu program dalam mewujudkan Dekade Vaksin 2020 yang disepakati pada World Health Assembly ke-64 dari WHO. Imunisasi menjadi salah satu upaya penting dalam pembangunan kesehatan masyarakat terutama dalam hal pencegahan infeksi dari berbagai penyakit dengan prevalensi beberapa penyakit menunjukan angka yang cukup tinggi. Selain itu, Imunisasi menjadi upaya paling efektif dan efisien (low cost) dalam upaya pencegahan penyakit menular dan mendukung pencapaian MDGs 2015, sehingga Imunisasi merupakan program yang dapat dianalogikan sebagai benteng kesehatan bangsa.

Menurut Sarimuddin Sulaeman, Direktur Pemasaran PT Bio Farma (Persero), Bio Farma telah mengantisipasi kebutuhan pasokan logistik vaksin untuk menyukseskan Kampanye Campak dan Polio yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini. Kampanye Campak dan Polio menjadi salah satu strategi pelayanan imunisasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi sebagai  hak asasi manusia sekaligus pemerataan imunisasi terutama bagi bayi dan balita.

Menurut N. Nurlaela, Kepala Bagian Public Relations PT Bio Farma (Persero), imunisasi memiliki manfaat yang sangat besar baik secara individu, sosial, maupun dalam menunjang sistem kesehatan nasional. Dengan melakukan imunisasi, kita tidak hanya menciptakan kekebalan individu tapi juga memutus mata rantai penularan penyakit dari anak ke anak yang lain atau orang dewasa (manfaat sosial). Imunisasi mampu meningkatkan kualitas hidup dan meningkatkan daya produktivitas tubuh menjadi lebih baik.

Seharusnya, setiap anak yang akan masuk bangku sekolah sudah terpenuhi kebutuhan imunisasi dasarnya. Hal itu sesuai dengan Undang – Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, pasal 130 bahwa pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak. Pasal 132 ayat 3 bahwa setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi. Selain itu, berdasarkan Undang-Undang No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak bahwa setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan kebutuhan fisik, mental, spiritual, dan sosial.

Bio Farma merupakan salah satu perusahaan milik pemerintah (BUMN) yang bertugas untuk memproduksi vaksin dan anti sera bagi kepentingan kesehatan di Indonesia. Bio Farma telah memperoleh prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) mampu menjadikan Indonesia satu dari hanya 30 negara di dunia yang mampu mengekspor vaksin ke luar negeri. Selain itu, Bio Fama menjadi kiblat industri vaksin bagi 57 negara Islam yang tergabung dalam “Self Reliance Vaccine Producer – Islamic Development Bank (SRVP – IDB)” dengan program vaksin halal dan berkualitas (thoyib) yang telah menghasilkan 1,7 miliar dosis vaksin sampai dengan tahun 2010.

sumber : PR PT Bio Farma (Persero)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s