KESEHATAN : SM*SH Juga Bisa Peduli Imunisasi Balita


BOY BAND SMASH mendukung pelaksanaan pekan imunisasi nasional campak dan polio yang akan mulai digelar pada 18 Oktober hingga 18 November mendatang. Sebagai bentuk dukungannya, SMASH secara simbolis memberikan vaksin polio kepada balita pada acara “Ayo Imunisasi” yang digelar PT Bio Farma di Hotel Aston Jalan Pasteur, Sabtu (15/10). Pemberian vaksin oleh SMASH disaksikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr Alma Luchyati dan Direktur Pemasaran PT Bio Farma Sarimuddin Sulaeman.
Enam anggota grup boy band SMASH, yakni Morgan, Rafael, Bisma, Diki, Reza, Ilham, dan M Prasetya, menyaksikan dr Alma memberikan vaksin polio kepada seorang balita. Selanjutnya, Morgan diminta memberikan vaksin kepada Cielo, seorang bayi usia empat bulan.

Kedatangan grup SMASH dimaksudkan sebagai dukungan untuk mengajak masyarakat yang memiliki balita usia 0-59 bulan supaya datang ke pos-pos imunisasi yang tersebar di semua provinsi Jawa Barat khususnya dan provinsi lain di Indonesia.

Menurut Bisma, anggota grup SMASH, vaksinasi perlu diberikan untuk mencegah beragam penyakit. Karena itu, ia mengajak masyarakat yang mempunyai bayi untuk datang ke pos-pos imunisasi saat pelaksanaan pekan imunisasi nanti.

“Saya sangat mendukung pemberian imunisasi karena memberikan kekebalan tubuh agar terhindar dari penyakit. Kalau nanti saya punya anak, juga harus diimunisasi,” katanya.

Dukungan serupa diungkapkan oleh Morgan. Menurut dia, imunisasi tidak hanya mencegah penyakit pada jangka waktu tertentu, tapi juga mencegah penyakit seumur hidup. “Dengan imunisasi, setidaknya kita sudah berupaya agar terhindar dari penyakit, terutama saat ini penyakit polio dan campak,” ujarnya.

Alma Luchyati mengatakan, untuk menyukseskan pekan imunisasi polio dan campak ini sudah disiapkan 43.922 pos imunisasi di seluruh Jabar. Program ini juga melibatkan 224 rumah sakit, 147.755 kader, 9.017 bidan, 7.054 perawat, 4.530 dokter, dan 1.191 dokter spesialis. Disiapkan pula 3.632.455 dosin vaksin polio dan 3.081.512 dosis vaksin campak.

“Di negara lain masih ditemukan adanya polio liar. Untuk mencegah penyebarannya ke Indonesia, imunisasi perlu diberikan secara terus-menerus agar generasi Indonesia menjadi generasi sehat dan sukses,” kata Alma.

Alma juga mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir bila anak balitanya diberi lagi imunisasi campak dan polio ini. Diingatkan juga bahwa imunisasi adalah merangsang tumbuhnya antibodi atau daya tahan tubuh. Bila ada anak yang tiba-tiba hangat sehabis imunisasi, kata dia, tidak perlu khawatir.

“Kalau hangat itu ikutan imunisasi yang bisa saja dialami, tapi tidak usah khawatir. Berikan kompres saja serta makan dan minum seperti biasa, atau ASI kalau masih minum  ASI,” katanya.

Kesiapan vaksin juga ditegaskan oleh Sarimuddin. Menurut dia, vaksin sudah didistribusikan ke semua provinsi yang melaksanakan pekan imunisasi campak dan polio ini. Ia hanya mengimbau bahwa ini adalah putaran terakhir dari imunisasi massal yang digelar pemerintah. “Jangan sampai ada yang terlewat karena ini gratis dan mencegah anak dari penyakit,” katanya. (*)

link : http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/107401/smash-juga-bisa-peduli-imunisasi-balita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s