Radang Paru Ancaman Serius Balita Indonesia


SURABAYA Pneumonia atau radang paru terbukti mengancam balita Indonesia. Survei kesehatan nasional 2011 mencatat 27,6 persen balita di Indonesia meninggal karena penyakit ini. Bahkan angka kematian pneumonia terhadap balita maupun dewasa lebih tinggi dibanding TB, malaria, demam berdarah, HIV/AIDS dan diare.

Radang paru disebabkan oleh virus seperti RSV, influenza, campak, juga karena bakteri staphylococcus, mikroplasma, dan pneumococcus. Dokter Spesialis Anak yang juga konsultan respilogi RSU dr Soetomo Surabaya, dr Retno Asih Setyoningrum SpA (K) membenarkan pneumonia menjadi ancaman serius bayi di Indonesia. Ini terjadi karena gejala pneumonia sering dianggap remeh oleh banyak orangtua. Apalagi gejalanya yang tak jauh berbeda dari influenza dan batuk.

“Dua penyebab pneumonia ini dapat menyerang siap saja meski yang paling rentan memang balita. Karena penyakit seperti influenza, campak adalah penyakit yang biasa terjadi di masyarakat kita. Gejalanya yang umum ini membuat masyarakat juga mengganggap remeh penyakit ini,” katanya ditemui di suatu seminar, Minggu (13/11).

Selama 2010 jumlah pasien pneumonia yang dirawat mencapai 51,78 persen dari total 506 anak yang menderita kelainan paru-paru. Bahkan dari jumlah itu sudah ada 100 penderita yang meninggal dunia.

Retno mengungkapkan gejala awal pneumonia biasanya diawali batuk, sesak, mengigil, demam, atau gangguan pernafasan. “Seseorang bisa dikatakan menderita pneumonia bila mengalami gejala batuk dan influenza tapi nafasnya menjadi cepat dan terengah-engah,” terangnya.

Karena itu ia menyarankan apabila seseorang mengalami gejala-gejala di atas sebaiknya degera diperiksa ke dokter. Sebab jika sudah parah pneumonia bisa sebabkan kematian. “ Pneumonia tidak sama dengan batuk dan flu meski secara virus dan bakteri penyebabnya sama. Karena pneumonia dapat menyebabkan penderita mengalami kesulitan bernafas. Apalagi sebagian besar saat datang sudah dalam kondisi berat,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menambahkan satu-satunya cara yang paling baik untuk mencegah pneumonia adalah dengan menggunakan vaksin supaya membangun imun (kekebalan tubuh) ketika dewasa nanti. “ Selain perilaku hidup bersih dan sehat cara ampuh untuk mengatasi pneumonia adalah dengan melakukan vaksinasi ketika anak berumur 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan,” tuturnya.

Pencegahan pneumonia dengan vaksinasi, lanjut Retno juga dapat menurunkan angka kematian bayi. “Jadi jangan lupa lakukan vaksinasi. Sebab hal ini penting untuk membangun kekebalan tubuh balita anda. Tak hanya terhindar dari pneumonia, tapi juga dari penyakit lain seperti difteri, campak, polio dan lainnya,” pungkasnya. mla

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s