Begini Prosedur Hadang Pandemi Penyakit Menular


INDONESIA diharapkan bersiaga menghadapi pandemi penyakit menular. Sebuah simulasi digelar untuk melihat kesiapan garda depan, termasuk pelabuhan.

Kementrian Kesehatan RI baru saja menggelar simulasi respon cepat tanggap dalam menangani korban penyakit menular. Simulasi digelar bersama kantor kesehatan kelas 1 Batam, di Pelabuhan Internasional Nongsapura, Batam, Kepulauan Riau.

Simulasi menceritakan sebuah skenario, dimana diketahui ada seorang penumpang kapal laut Singapura menuju Batam terserang penyakit menular kolera. Agar penyakit tidak menulari orang sehat, dilakukanlah sebuah sistem prosedural. Berikut gambarannya:

Pertama-tama, setelah mendapatkan laporan ada penumpang mengidap penyakit menular, pihak Kantor Pelabuhan (Kanpel) Indonesia segera mengkoordinasikannya ke tim Karantina Kesehatan (Karse) untuk bersiaga.

Tim Karse segera menghubungi pihak kapal internasional bersangkutan untuk memverikasi kebenaran kabar dan melakukan pengecekan terhadap korban, seperti menanyakan keluhan dan riwayat perjalanan korban sebelum menumpang kapal menuju Indonesia tersebut.

Hasil pengecekan kemudian dilaporkan ke tim Karse. Tim Karse melanjutkan laporan ke Kabid Karse agar berita adanya korban yang terjangkit penyakit menular ini dapat segera diketahui dan segera ditindaklanjuti oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di Indonesia sebagai negara tujuan.

Pihak KKP memberikan status karantina agar kapal internasional tersebut dapat segera berlabuh ke zona karantina. Selanjutnya, akan ada Tim Gerak Cepat dari KKP yang mengaktifkan PHEIC Alert serta menghubungi tim dari lintas sektor, seperti tim verifikasi, tim evakuasi, tim surveilance, tim sanitasi, dan tim tenda.

Setelah kapal berlabuh, tim verifikasi naik membawa Alat Perlengkapan Dasar (APD), peralatan P3K, spraycane, dan pampers untuk investigasi lebih lanjut. Bila ditemui bahwa korban menderita kolera, laporan hasil pemeriksaan pun dikirimkan ke Tim Gerak Cepat (TGC) melalui radio pemantau.

Sementara tim verifikasi melakukan pengecekan, tim TGC berkumpul melakukan koordinasi penanganan serta mempersiapkan semua peralatan pendukung yang diperlukan sesuai Standart Operational Procedure (SOP) yang ada. Korban akan segera ditangani di sebuah tenda darurat.

Lalu, penumpang lain yang sehat akan ditangani tim surveilance. Tim ini juga memberikan penyuluhan singkat terhadap kru dan penumpang tentang kolera dan langkah-langkah yang dilakukan apabila mengalami gejala awal mengarah ke kolera selama masa inkubasi penyakit, yakni 3-5 hari.

Barang bawaan penumpang kapal kemudian diambil alih tim sanitasi yang bertugas melakukan desinfeksi terhadap penumpang, barang, dan kapal untuk menghindari risiko penularan. Setelah tim gerak cepat berkoordinasi dengan rumah sakit yang disepakati, evakuasi pun dilakukan dari tenda isolasi ke rumah sakit menggunakan ambulan evakuasi penyakit menular.

Setelah itu, tim kembali ke tenda isolasi untuk dilakukan disinfeksi APD juga disinfeksi ambulans. Setelah semua prosedur penanganan penyakit menular di pelabuhan selesai, status karantina pada kapal laut internasional Singapura pun dicabut. Begitu juga status pelabuhan dan situasi kembali ke keadaan normal. Prosedur serupa juga dilakukan terhadap ancaman pandemi penyakit menular lainnya. (ftr)

link : http://lifestyle.okezone.com/read/2011/12/12/27/541361/begini-prosedur-hadang-pandemi-penyakit-menular

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s