Gallery

Gawat! Kematian Karena Kanker Hati Terus Meningkat


INILAH.COM,Jakarta – Berdasarkan data Globocan yang dirilis oleh The International Agency for Research on Cancer (IARC), pada 2008 tercatat 748.000 kasus kanker hati yang terdiagnosa, dan 85% kasus terjadi di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kanker hati merupakan penyakit dengan angka kematian tertinggi ketiga, tercatat 696.000 pasien meninggal dunia setiap tahunnya. Untuk Indonesia terdapat 13.238 kasus kanker hati dengan angka kematian mencapai 12.825 jiwa.

Angka ini diperkirakan akan terus naik seiring dengan meningkatnya prevelensi penderita hepatitis B dan C.

Hepatocellular Carcinoma (HCC) merupakan jenis kanker hati yang paling umum diderita oleh 90% pasien dengan tumor hati ganas.

Namun penyakit ini jarang menunjukkan gejala yang khas sehingga 70-80% pasien HCC terdiagnosa pada stadium menengah hingga lanjut dengan tingkat keselamatan rendah.

“Kanker hati atau yang juga dikenal dengan hepatoma diawali dengan gejala yang sederhana seperti sakit di bagian perut, mengalami penurunan berat badan, dan jika diraba bagian atas kanan perut akan terasa ada benjolan. Mereka yang terinfeksi virus Hepatitis B atau C rentan terkena hepatoma,” kata Dokter spesialis penyakit dalam DR. Dr. Rino A. Gani, Sp.PD, KGEH, FINASIM, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dr Rino menjelaskan, gejala yang ditimbulkan memang terkesan biasa saja atau sepele. Namun jika tidak dideteksi sejak dini, penyakit ini akan menyebar bahkan menimbulkan kematian.

Oleh karena itu, untuk semakin meningkatkan pengetahuan dan kemampuan klinis para dokter di Indonesia di bidang gastroenterology-hepatologi sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat akan kemajuan dan perkembangn terkini ilmu kedokteran dalam diagnosis dan terapi untuk penyakit yang memberikan manifestasi “ikterik” atau yang sering disebut penyakit kuning.

Kelainan sistem hepatobilier juga dapat bermanifestasi dalam banyak bentuk. Ikterik atau yang dikenal dengan penyakit kuning adalah gejala yang paling umum terjadi dan menjadi fokus pemeriksaan meskipun tidak selalu menjadi gejala yang dominan.

“Seseorang yang terkena hepatitis atau sirosis memiliki gejala ikterik, dimana kulit dan putih mata menjadi kuning karena meningkatnya bilirubin dalam plasma darah,” jelas Dr Rino.

Sementara itu, terdapat berbagai pilihan terapi untuk penderita kanker hati seperti reseksi, transplantasi crysurgey, TACE, dan lain sebagainya. Namun, terapi-terapi tersebut tidak lagi efektif untuk penyakit kanker stadium lanjut.

Sesuai tujuan utama penanganan kanker hati yang tidak lagi dapat disembuhkan, yaitu perawatan kanker sebagai penyakit kronis, terapi target memegang peranan penting untuk mengendalikan perkembangan kanker demi meningkatkan harapan hidup serta menjaga kualitas hidup pasien selama mungkin.

Penyakit kanker hati tentu sangat mempengaruhi kehidupan pasien beserta keluarganya. Tak jarang mereka mengalami kelelahan fisik dan mental. Perawatan kanker hati juga menjadi beban ekonomi tersendiri.

Padahal tanpa terapi banyak pasien kanker hati yang kondisinya memburuk dengan cepat dan meninggal dunia tidak lama setelah penyakit tersebut terdiagnosa.

Sangat diperlukan kolabirasi antara pemerintah, ahli kanker , perusahaan farmasi dan kelompok advokasi untuk meringankan beban pasien kanker hati sangatlah dibutuhkan. Demi menjaga harapan hidup dan meningkatkan kepatuhan berobat bagi pasien penderita kanker. [mor]

link : http://gayahidup.inilah.com/read/detail/1845989/gawat-kematian-karena-kanker-hati-terus-meningkat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s