Gallery

Jelang 2020, Inilah 8 Riset yang Bakal Dongkrak Kinerja Bio Farma


PT Bio Farma (Persero) selenggarakan Siang Klinik di beberapa kota besar, seperti, Makassar, Manado, Batam, Medan dan beberapa kota lainnya di Indonesia. Selasa (10/04), acara yang sama juga diselenggarakan di kantor pusat Bio Farma di Bandung.
Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai stake holder kesehatan itu, Bio Farma mengharapkan adanya sinergi antara para pekerja medis, konsumen vaksin, dan pengembangan vaksin.
Daikui Kepala Divisi Penunjang Pemasaran, Aco Aslam Yusuf, peningkatan kinerja pada tubuh Bio Farma sangat ditentukan oleh besarnya anggaran untuk riset dan pengembangan. Sayangnya, hingga saat besarnya anggaran untuk riset masih belum terserap dengan baik.
Dalam keterangan pers yang diterima Warta Ekonomi (10/04), total anggaran riset setiap tahun mencapai Rp100 miliar. Sementara seharusnya sebesar 10% dari total penjualan. Adapun total penjualan persero tersebut mencapai Rp1,3 triliun.
Pihak Persero mengakui bahwa pengembangan ini mutlak dilakukan seiring dengan semakin kritisnya masyarakat dalam memperoleh informasi. Dalam upaya mencapai target tersebut,
“Saat ini masyarakat semakin kritis dan membutuhkan informasi yang update seputar vaksin. Dengan siang klinik diharapkan pada saat masyarakat bertanya seputar masalah vaksin, para user, juru imunisasi dapat memberikan jawaban yang tepat”, ujar Aco
Kepala Bagian Public Relations PT Bio Farma (Persero), N.Nurlaela juga menegaskan dalam upaya merealisasikan target Bio Farma menjelang era 2020, saat ini ada beberapa inovasi dan riset yang sedang dilakukan persero. Namun, kedepannya masih memerlukan lompatan inovasi yang lebih banyak. Adapun riset yang tengah dilakukan adalah sebagai berikut.
1. Tahap phase clinical trial tahap 3 dan launching akhir 2012, terdiri dari vaksin Pentavalent : yang terdiri dari lima antigen sekaligus, terdiri dari Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B dan Haemophilus influenzae tipe B (Hib).
2. Vaksin polio yang dahulu berbentuk tetes (Oral Polio Vaccine) akan menjadi sabin inactivated polio vaccine yang digunakan dengan cara disuntikan (sabin IPV), ditargetkan selesai pada 2016.
3. New TB Vaccine , menggunakan adjuvan liposom sebagai transforter/media untuk mempercepat pembentukan antibodi. Bekerja sama dengan Lipotek, lembaga riset Australia.
4. A Cellular Pertusis, semula dengan teknologi whole cell yang menyebabkan sedikit demam, diubah menjadi accelular pertusis.
5. Immuno kontrasepsi yang dilakukan secara kerja sama dengan Universitas Brawijaya Malang.
6. Vaksin Rotavirus : vaksin untuk diare.
7. Kit Diagnostic untuk penyakit diabetes, yang dapat mendeteksi penyakit diabetes dalam 15 tahun ke depan
8. Setelah Sabin IPV (inactivated Polio Vaccine) selesai, Bio Farma akan menyelesaikan vaksin Hexavalent : terdiri dari : gabungan (Pentavalent Difteri, Tetanus, Pertusis, Hepatitis B dan Haemophilus influenzae tipe B(Hib) dan Sabin IPV.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s