Vaksin jangan diberikan untuk orang sakit


Jakarta (ANTARA News) – Pemberian vaksin harus mengikuti tata cara yang benar supaya hasilnya dapat efektif.

Menurut Dr. dr. Julitasari Sundoro, MD, selaku Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional, vaksin boleh diberikan bila penerima dalam keadaan sehat.

“Penerima vaksin harus dalam keadaaan memiliki antibodi yang sangat baik, dengan kata lain tidak boleh dalam keadaan sedang sakit atau pun akan sakit,” ujar Julitasari yang menambahkan pemberian vaksin harus ditunda bila pasien sedang dalam keadaan demam tinggi.

Pemberian vaksinasi pada pasien dalam keadaan demam tinggi dan pasien yang memiliki riwayat terhadap bahan yang terdapat di dalam vaksin, dapat menyebabkan kontra indikasi.

“Kontra indikasi dapat berbeda-beda terhadap tiap-tiap pasien, tidak dapat dipastikan,” ujarnya lagi.

Fungsi vaksin adalah untuk membuat penerima menjadi semakin sehat, sehingga setelah diberi vaksin pun dia juga harus tetap sehat, ujar Julitasari.

“Pada saat pemberian vaksin, pasien tidak boleh dalam keadaan sedang menjalani pengobatan imunosupresan,” ujarnya yang menambahkan bahwa hal ini menyebabkan respon imun yang terjadi dapat berkurang.

Selain itu, lokasi penyuntikan vaksin harus berbeda bila diberikan bersamaan dengan vaksin lain pada waktu yang bersamaan, atau pada lengan yang berlainan.

Pemberian vaksinasi harus disuntikkan pada otot deltoid (lengan atas) dan tidak boleh diberikan secara intravaskular, subkutan atau intradermal, jelas Julitasari.
(M048)

Link : http://www.antaranews.com/berita/307431/vaksin-jangan-diberikan-untuk-orang-sakit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s