Gallery

Waspadai 10 Penyakit Endemis Ini Saat Jalan-jalan ke Luar Negeri


Jakarta, Saat ini semakin banyak masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri baik untuk jalan-jalan atau bekerja. Sebaiknya cari tahu terlebih dahulu apakah ada penyakit endemis di negara tersebut dan waspadai 10 penyakit ini.

Sejalan dengan peningkatan jumlah wisawatan di dalam maupun ke luar negeri membuat risiko terjangkit penyakit juga bertambah. Penularan penyakit lintas negara ini bisa melalui udara (influenza dan meningokok) maupun makanan (tifus, hepatitis A).

“Vaksin untuk bepergian seperti hepatitis A karena sekarang wisata kuliner sedang populer dan kadang tempatnya tidak bersih, hepatitis B, tifoid, influenza dan meningokok,” ujar Prof Dr dr Samsuridjal, SpPD-KAI dalam acara seminar media ‘Lindungi Bangsa, Cegah Meningitis’ di Hotel Gran Melia, Jakarta, Senin (23/4/2012).

Prof Samsuridjal menuturkan kebutuhan vaksin ini sebenarnya lebih banyak jika ke negara-negara berkembang yang mana penyakit menularnya masih banyak dibanding negara maju. Negara berkembang ini seperti Asia dan Afrika.

“Misalnya Afrika Selatan kemarin kan ada bola world cup, yang mau nonton ke sana harus divaksin yellow fever dulu karena disana ada penyakit endemis ini dan orang lain nggak punya kekebalan, kita nggak punya kekebalan untuk yellow fever jadi kalau kesana mudah sekali kena infeksi,” ujar Prof Samsuridjal yang juga guru besar FKUI.

Serta misalnya orang yang ingin pergi ke Saudi Arabia diwajibkan untuk mendapatkan vaksin meningitis terlebih dahulu, karena negara disana masih termasuk dalam negara endemis meningitis.

Prof Samsuridjal menjelaskan sama seperti orang Eropa yang ingin pergi ke Indonesia, maka sebelum berangkat mereka sudah divaksin tifoid dan hepatitis sehingga waktu datang ke sini sudah punya kekebalan. Sayangnya malaria sampai saat ini belum ada vaksinnya.

Biasanya departemen kesehatan atau dari kedubes negara yang ingin dituju akan memberi tahu penyakit apa yang masih endemis di negara tersebut dan vaksin apa yang perlu diberikan sebelum keberangkatan.

“Ketika ingin memasuki negara lain maka negara itu punya peraturan untuk mencegah masyarakat tertular penyakit atau agar orang tidak tertular penyakit endemis yang ada di negara tersebut,” ujar dr H Andi Muhadir, MPH, Direktur Surveilans, Imunisasi Karantina dan Kesehatan Matra, Kemenkes RI.

dr Andi menyarankan vaksin harus diberikan pada traveller sebelum bepergian. Untuk itu pastikan jadwal keberangkatan dan lakukan vaksin sekitar 2 minggu atau 10 hari sebelum berangkat agar sistem kekebalan tubuh sudah terbentuk ketika sampai di tujuan.

“Apakah ia tinggal 1 minggu atau 1 tahun tetap berisiko tertular, tentu yang 1 tahun kemungkinannya lebih banyak. Tapi tidak menutup kemungkinan orang yang pergi sebentar tidak perlu divaksin,” ujar Prof Samsuridjal.

Selain itu wisatawan diharapkan juga melakukan kebiasaan hidup sehat, menjaga makanan agar tidak tertular kuman, menjaga lingkungan yang sehat serta cukup tidur sehingga bisa menghindari kelelahan.

Berikut ini adalah 10 travel disease yang bisa menular atau berpeluang menjadi carrier (pembawa) yaitu:
1. Tifus
2. Tetanus
3. Tuberculosis
4. Hepatitis
5. HIV/AIDS
6. Japanese Encephalitis
7. Malaria
8. Meningitis
9. Flu
10. Yellow fever

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s