Bayi Tidak Divaksin Berisiko Meninggal Dunia


Banda Aceh. Indonesia merupakan Negara berkembang yang diwajibkan untuk memberi vaksinasi pada bayi. Karena di Indonesia memiliki pola penyakit infeksi yang berbahaya, beda dengan Negara maju yang tidak memiliki banyak penyakit infeksi. Jadi, beberapa penyakit yang menyebabkan kematian pada bayi bisa dicegah dengan adanya pemberian Vaksin.

“Angka kematian bayi di Indonesia masih relatif tinggi, oleh karena sangat dianjurkan untuk diberikan vaksin pada bayi”, jelas dr.Natalina Christanto Minggu (20/5).

Mengapa di Negara maju tidak disarankan pemberian vaksin? Menurut Natalina, bayi di Negara maju itu rendah pola penyakit infeksi. Demikian juga masalah kesehatan anak di Negara maju lebih terjamin, karena  memiliki asupan gizi yang cukup, lingkungan bersih. Sehingga bayi tidak mudah terinfeksi oleh segala virus penyakit infeksi.

“Tapi kalau orang Negara maju mau berpergian ke Indonesia tetap mereka memberikan vaksinasi, tujuannya jelas untuk mencegah terkena infeksi beberapa penyakit”, kata Natalina Health Strengthening Officer IMPACT Aceh.

Menurutnya juga, sejauh ini resiko kalau tidak divaksin masih tergantung pada kondisi gizi, status sosial ekonomi dan juga lingkungan tempat hidup bayi.

Anak-anak yang terlahir dalam lingkungan yang kumuh dan padat, lanjutnya, sangat rentan terinfeksi berbagai macam penyakit bila tidak divaksin atau diimunisasi. Beda dengan anak yang lahir dalam lingkungan yang sehat dan bersih.

“Tujuan Imunisasi itu sangat baik, tetapi kembali pada individu masing-masing, kalau itu memang untuk kebaikan, Why Not“, ujar Natalina yang juga sebagai Malaria Program Manager di Mae Fah Luang Foundation saat theglobejournal menghubunginya.

Memang benar selama ini masih terjadi kontroversi menyangkut dengan adanya kandungan lemak babi, jelasnya lagi. Mahluk hidup lain yang secara struktur sel memiliki kesamaan dengan manusia itu babi, namun untuk proses pembuatan vaksin itu seperti apa ia tidak mengetahuinya. Yang pasti Vaksin yang beredar di pasar sekarang sudah memiliki sertifikat dari POM dan juga MUI.

“Ada memang terjadi perdebatan Vaksin itu haram, bahkan terjadi perdebatan seperti Vaksin yang diberikan pada jamaah Haji, tetapi secara proses tidak ada yang menjelaskan secara mendetail”, ketusnya lagi.

Nah, lanjut Natalina lagi. Bila Jamaah Haji tidak diberikan Imunisasi Meningtis akan memiliki resiko yang tinggi. Karena di Makkah angka kejadian terkena Meningtis sangat tinggi dan sampai sekarang vaksin tersebut masih diberikan untuk jamaah supaya terhindar dari penyakit yang membahayakan jiwa jamaah selama berada di Makkah.

Sarannya, pada seluruh warga untuk memberikan vaksinasi pada bayi. Hal ini untuk mencegah mengindapnya berbagai macam penyakit dikemudian hari. Jangan sampai anak yang awalnya dilahirkan normal, tetapi cacat akibat tidak dilakukan vaksinasi.

“Saya pribadi mau anak saya tetap sehat dan bisa mencapai apa yang dicita-citakannya kelak.  Oleh karenanya saya tidak mau suatu hari nanti dia tiba-tiba lumpuh karna virus polio, atau terkena hepatitis yang mematikan. Makanya saran saya pada seluruh warga untuk segera memberikan Imunisasi atau memberikan Vaksinisasi pada klinik-klinik kesehatan terdekat, tidak ada gunanya terjadi penyesalan dikemudian hari”, harapnya. [003]

link : http://www.theglobejournal.com/Kesehatan/bayi-tidak-divaksin-berisiko-meninggal-dunia/index.php

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s